yayanadenan's blog

emosi dan ina

Posted on: March 27, 2010

https://i1.wp.com/lh5.ggpht.com/_uYC8lWVTbSU/RmK-H-nDDkI/AAAAAAAACZE/Mq_Jdhwj7Is/1dceff7e-1.jpg

Beberapa hari yang lalu, aku dikejutkan dengan kejadian ini :  seperti biasa, tiap hari jam 7 pagi aku selalu menemani anakku Ina nonton serial kesukaannya Pororo the Little Penguin sambil sarapan. Ceritanya berkisar tentang salah satu tokohnya yaitu Crong bertemu dengan seekor anak anjing laut yang tersesat, singkat cerita Crong membawanya ke rumah dan mereka pun berteman. Setelah beberapa lama akrab, suatu hari mereka bertemu dengan induk anjing laut itu dan si anak anjing laut itu pun kembali ke induknya, meninggalkan Crong yang sedih dan dihiburlah ia oleh Pororo. Tak kusangka ketika aku melihat Ina, matanya berkubang air mata, bibirnya pun memble…ia menangis!. Kejadian yang sama terulang ketika kami menonton Upin Ipin di mana salah satu episodenya bercerita tentang Upin Ipin yang menemukan kucing kecil dan mereka bawa pulang…ketika induk kucing datang menemui si anak kucing, mata Ina udah berkaca-kaca aja tuh, takutnya si anak kucing akan meninggalkan Upin dan Ipin..

Menghadapi tahapan ini, aku geli campur terharu juga. Geli karena ‘hanya’ karena cerita itu Ina bisa menangis…terharu karena Ina bisa terharu juga…juga lebih karena seperti seorang ibu melihat anaknya menangis, ga tega! ^_^ Jadi campur aduk deh rasanya. Yang bisa kulakukan hanyalah memeluknya dan menghiburnya..

Sebetulnya kapan aja sih tahap-tahap perkembangan emosi pada anak-anak ini? Karena pengen tau dan pengen siap-siap, maka aku cari tau..(halah..). Terima kasih kepada putrakembara yang sudah memenuhi rasa ingin tahuku. Keenam tahapan emosional itu adalah:

  1. Kemampuan anak untuk mengolah rangsang dari lingkungan dan menenangkan diri, atau meregulasikan diri dan minat terhadap lingkungan: memperhatikan lingkungan dengan lebih bermakna.
  2. Keakraban dan keintiman, kemampuan anak untuk terlibat dalam suatu relasi yang hangat, akrab, menyenangkan dan penuh cinta.
  3. Kemampuan anak untuk terlibat dalam komunikasi dua arah, menutup siklus komunikasi (aksi-reaksi). Komunikasi di sini tidak harus verbal, yang penting ia bisa mengkomunikasikan tujuannya dan kemudian mengenal konsep sebabakibat (berpikir logis) dan konsep diri. la mulai menyadari bahwa tingkah lakunya berdampak terhadap lingkungan. Sehingga mulai muncul keinginan untuk aktif ikut menentukan pilihan dan berinisiatif.
  4. Kemampuan anak untuk menciptakan komunikasi kompleks (sekitar 10 siklus), mengekspresikan keinginan dan emosi secara lebih berwarna, kompleks dan kreatif. Mulai menyertakan keinginannya dalam bermain, tidak hanya mengikuti perintah atau petunjuk pengasuh/orang tua. Selanjutnya hal ini akan menjadi dasar terbentuknya konsep diri dan kepribadian. la mampu memahami pola karakter dan tingkah laku orang lain sehingga mulai memahami apakah tingkah lakunya disetujui atau tidak, akan dipuji atau diejek, dll sehingga mulai berkembang kemampuan memprediksi kejadian dan kemudian mengarah pada kemampuan memecahkan masalah berdasarkan keurutan logis.
  5. Kemampuan anak untuk menciptakan ide, mengenal simbol, termasuk bahasa yang melibatkan emosi. Kemampuan menciptakan ide awalnya berkembang melalui permainan pura-pura yang memberikan kesempatan bereksperimen dengan perasaan, keinginan dan harapan. Kemudian ia mulai memberi nama pada benda-benda sekeliling yang berarti, disini ia mulai mengerti penggunaan simbol benda konkrit. Kemudian simbol menjadi semakin meluas pada aktifitas
    dan emosi dan ia belajar kemampuan memanipulasi ide untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.
  6. Berpikir emosional, kemampuan anak untuk menciptakan kaitan antar berbagai ide sehingga mampu berpikir secara logis dan sesuai dengan realitas. Mampu mengekspresikan berbagai emosi dalam bermain, memprediksi perasaan dan akibat dari suatu aktifitas, mengenal konsep ruang, waktu serta bisa memecahkan masalah secara verbal dan memiliki pendapatnya sendiri. Bila anak bisa mencapai kemampuan ini maka ia akan siap belajar berpikir abstrak dan mempolajari strategi berpikir.

Waw, kompleks juga ya. Yah, namanya juga basic, emosi ini nantinya akan berperan banyak dalam proses berpikir dia nantinya. Dia akan:

  • mengarahkan aksi dan tingkah laku
  • memungkinkan mengontrol tingkah laku
  • memberi arti terhadap pengalaman
  • menyimpan, mengorganisasi dan mengingat kembali pengalaman
  • menggagas pengalaman baru
  • memecahkan masalah
  • berpikir kreatif, selektif, logis, tidak idiosinkretik (aneh)
  • memahami kalimat lisan maupun tulisan (‘rasa’ bahasa)
  • memahami konsep kuantitas, waktu, ruang, sebab-akibat yang bersifat ‘relatif
  • membentuk konsep diri, pengertian atas diri (dengan membandingkan
  • perasaan dengan situasi yang dialaminya)
  • memisahkan realitas dan fantasi
  • mengendalikan tingkatan perkembangan emosi, sosial dan intelektual

Hmm…kalo dipikir-pikir, emosi Ina di atas sudah mencapai tahap berpikir emosional.. mudah-mudahan analisaku pas ya ^_^. Wah bersyukur banget kalo gitu, dia termasuk normal melewati tahapan-tahapan emosionalnya. Asal tau saja, pengalaman emosional yang sesuai pada tiap tahap merupakan dasar perkembangan kemampuan kognitif, sosial, emosional, bahasa, keterampilan dan konsep dirinya di kemudian hari. Tahapan tersebut saling berkesinambungan, tahapan yang lebih awal akan mempersiapkan tahapan selanjutnya. Anak-anak yang diasuh dengan kehangatan dan tidak mengalami gangguan perkembangan biasanya akan mencapai tahapan terakhir secara otomatis pada usia 4-5 tahun. Usia Ina sudah 3,5 tahun, jadi perkembangannya cukup mengggembirakan 🙂 .

C’mon girl, mama menanti perkembanganmu selanjutnya…. 🙂

https://i2.wp.com/www.majhost.com/gallery/Turakii/Anime/happy_girl_resize.jpg

Sekali lagi, terima kasih kepada putra kembara, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.

Advertisements

16 Responses to "emosi dan ina"

wah,ini dia yg dicari. lagi getol nih cari artikel tentang tahap perkembangan anak terutama emosi.secara nisa kayaknya ego “keakuannya”baru kumat hehe…

eh mbak,ina ndak yo sering teriak2 gitu kalau minta sesuatu? emang sih nggak setiap hari,tapi cukup membuat aku pusing tujuh keliling hehe…takutnya ngisin2i kalau pas di tempat orang (semoga jangan sampai).

aku di share ya mbak ntar kl ada artikel tentang itu…:)

wah seneng banget bisa share artikel ini…sebetulnya itu site ttg anak autis tapi ada bagian perkembangan emosi anak-anak, jadi cukup ‘umum’.

Memang umur 2 tahun ke atas ke’aku’annya baru moncer2nya tuh…jadi apa-apa harus ‘aku’, intinya “dunia berputar untuk aku” hahahaha…

Setauku tuh anak teriak-teriak jika minta sesuatu tuh memang karena dia merasa kalau dengan teriak itu keinginannya pasti akan terpenuhi. Coba jangan langsung dipenuhi, tapi tanya dulu, lalu jelaskan bahwa dia ga perlu berteriak untuk meminta hal itu. Atau dia lagi cari perhatian kali…hihihi… Ina juga kalo merasa agak dicuekin atau ditinggal ngobrol pasti bicara dengan volume agak keras biar mama/papanya nanggapin…

Aku dah coba cari2 artikel tentang hal ini, coba deh http://febryan.com/?p=59
atau http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=05228&rubrik=batita

ok semoga bermanfaat yah ^_^ thanks sharingnya y nisa… 🙂

wah bisa bayangin gimana campur aduknya perasaan mbak yayan liat ina berkaca-kaca ngeliat tayangan itu…. Hmm, menantikan saat itu tiba mbak, soalnya sekarang keponakanku masih 1,5 tahun… dia belom begitu mudeng nonton pororo he he he…

pokoknya ga bisa dijabarkan dengan kata-kata deh….hehehe.. seneng campur haru.. 🙂

ohya umur segitu lom mudeng dong ya, ntar2an seumuran ina deh… tunggu aja…tapi lebih dahsyat lg kalo si kecilnya vita sendiri…hihihi

pasti senang banget ya melihat perkembangan anak 🙂

berarti ina termasuk anak yang peduli 🙂

salam kenal mbak

halo delia… makasih telah sudi mampir…(kayak nama rumah makan ya…hihihi)

oh iya, melihat perkembangan anak sendiri secara normal aja sudah pasti seneng banget…penuh syukur deh pokoknya.. 🙂
iya juga kali ya…ina termasuk anak yang peduli… 🙂

hi hi hi pengen sih punya si kecil sendiri, tapi apa daya mbak, kuliah belom selesai dan masih selalu bertemu ama orang yang salah huaaaa (lah kok malah curhat ya xixi).

sekarang ina dah ikutan playgroup mbak? keponakanku ada tuh yang masih setahun disuruh sekolah, sekolah apa ya, di bawah playgroup gitu. aku lagi berpikir, emang anak setahun itu dah bisa sekolah ya, emang dah mudeng ya he he… wong athar, keponakanku yang 1,5 th juga belom mudeng2 amat

waa ini nyambung ama postingan ‘itu’ ya… hehehe…
gapapa curhat, tapi diliat ama banyak orang lho… ;P
yaa selesein dulu kuliahnya, dan bertemulah dengan TIPE orang yang berbeda dari sebelum2nya…xixixi (kebanyakan nonton oprah…)

ina baru mau playgroup tahun ini, sebelumnya sekolah ama mamanya dulu aja…hehehe…ada sih PAUD (pendidikan anak usia dini) sejak bayi juga boleh ikut…yang penting bukan SEKOLAHnya tapi sosial life ama ‘main’nya kali…di sekitar rumahku ga ada, jd PG aja, itupun agak jauh…jd ga masalah ga mudeng… 🙂

he he gak nyambung ama ‘itu’ kok mbak… ‘itu’ cuma uneg2 yg muncul tiap kali tmnku dtg.

wah ina masuk sekolah, aku lulus kuliah nih… mari kita gelar pesta… yuhuuu yippiii he he he 🙂

ooh gitu ya..kirain… hehehe…
yah vita aja yang adain pesta, lulus harus dirayakan…jadi es apa nih? maklum gag ngerti jurusane…xixixi… kalo ina masuk sekolah ngapain dirayain? besok aja kalo dah lulus S2 juga…hahaha (masih lamaaa…)

ha ha nanti klo lulus gelarnya lucu M. Han itu singkatan magister pertahanan mbak….

he he tak sabar menanti Ina lulus s2 (he he sekarang sekolah aja belum ya….)

M.Han itu bukannya Muhammad Han ya? beneran…lucu…hahaha…tapi aku yakin pelajarannya ga lucu babarblas…hihihi
hmm…sedang menanti hari2 menjelang lulus ya..smg lancar deh.. 🙂

ina lulus S2 ga lama kok..paling2…22 tahun lagi.. (hah??..baru nyadar..)

mbak… mbak… mbak yayan (ngos-ngosan gitu), tadi budhe aku telpon.. kata dia, athar nonton tv yang nyiarin ibu-ibu nangis2 kehilangan anaknya, eh si athar ikut2an nangis… aku langsung keinget tulisan mbak yayan ini…. tapi berhubung dia itu belom mudeng, jadi kayaknya dia nangis karena ngeliat orang yang nangis histeris aja ya mbak… dia belum sampai tahap kayak ina…

hahahaha…kirain apaan…iya tuh mungkin dia baru tahap ‘ketularan nangis’ gitu..
wah budenya langsung lapor vita gitu? hehehe… 🙂

hi hi, budhe aku lebih milih lapor ke aku daripada ke orangtua athar… mungkin karena tampangku seperti polwan ha ha gak nyambung banget…

beneran ga nyambung…hahahaha…
mungkin karena athar deket ama vita ya, jadi langsung dilaporin begitu ada perkembangan… 🙂

sip! itung-itung latihan… 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

blog stats

  • 41,165 hits

moshi moshi!


moshi moshi! Welcome to my first blog. Just a place where i can write thoughts, opinions, experiences, interests, and about me, or people around me. Be pleased when you visit this page, and i welcome you to be my friend...
Enjoy!

tanggalan

March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

my hyde

Archives

%d bloggers like this: