yayanadenan's blog

behind your jeans…

Posted on: May 21, 2010

https://i0.wp.com/sp.life123.com/bm.pix/how-to-distress-jeans.s600x600.jpg

Wow… betapa menyenangkannya mengenakan sepasang celana jeans.. bagi penyuka jeans, pasti tau betul nilai plus yang didapatkannya bila memakai celana jeans. Keliatan modis, berjiwa muda, gaul, dsb.. apalagi pengikut tren fashion, mengikuti model celana jeans yang selalu berubah-ubah merupakan suatu keharusan kalo gak mau dibilang ketinggalan jaman.

Pernahkah terpikir, bagaimana sih proses pembuatan celana jeans? Asal tau saja, prosesnya tidak sesederhana pembuatan pakaian lainnya. Bahkan bagi pabrik jeans terkemuka di dunia, sepasang celana jeans bisa berkelana dari satu negara ke negara lainnya dalam proses pembuatannya. Misalnya, penanaman kapas sebagai bahan baku jeans di India atau Pakistan, lalu penjahitannya di pabrik yang terletak di Tunisia.

Yang bikin penasaran adalah, bagaimana sepasang celana jeans bisa terlihat belel, yang keliatan keren itu? Hmm…mari kita cari tau prosesnya, secara umum saja, dan dampaknya bagi bumi kita..

  1. Industri jeans memerlukan kapas, dan dalam jumlah besar dan cepat. karena itu diperlukan insektisida, herbisida dan pupuk dalam jumlah besar. Juga diperlukan air dalam jumlah besar pula, karena tanaman kapas butuh air yang sangat banyak.
  2. Pemberian warna atau dyeing. Benang untuk bahan denim diwarnai dulu sebelum dipintal, biasanya dengan warna indigo/biru tua. Dan ini dilakukan beberapa kali, lalu dilapisi dengan bahan yang membuatnya lebih kuat, sebelum akhirnya dipintal bersama dengan benang tanpa warna. Setiap tahun, ratusan ton bahan pewarna indigo digunakan untuk proses ini, makin gelap jeansnya, makin banyak pewarna yang digunakan.
  3. Pemintalan. Ini juga butuh energi yang banyak dan murah, dan dalam proses ini, bahan kimia juga banyak digunakan. Dalam proses akhirnya, bahan akan ‘digosok’ supaya benang yang longgar dan bahan pelapisnya hilang.
  4. Penjahitan dan pembuatan model tertentu (sewing and styling). Semakin belel celana yang dibuat maka akan semakin banyak bahan kimia yang digunakan, semakin banyak limbah yang dihasilkan. Setelah menjadi sebuah celana, jeans akan digosok dengan batu apung/pumice stone/stone washing  (bayangkan berapa banyak batu apung yang digunakan, dan proses pencariannya yang merusak lingkungan), lalu diberikan bahan kimia potassium permanganate agar bisa kelihatan pudar. Lalu dicuci dengan deterjen supaya kainnya menjadi lebih lembut. Itulah sebabnya ada istilah abrasion (proses penggosokan celana/pengamplasan), acid wash (penyelesaian dengan merendam batu apung dalam chlorine untuk menciptakan efek kontras), bleach (untuk menimbulkan efek warna memudar), atau sanding (proses melembutkan kain dengan menggosokkan kertas berisi semacam butiran pasir  secara agresif). Untuk kancing, ‘paku’  dan resliting, biasanya terbuat dari tembaga, dimana penambangannya juga merupakan masalah bagi lingkungan.
  5. Penyelesaian/finishing. Setelah dicuci dengan deterjen dan disetrika uap, celana diberi label lalu dipak untuk didistribusikan ke toko-toko.

Masalah terbesar dari pembuatan jeans adalah apabila proses pengelolaan limbah pabrik jeans yang banyak itu tidak dikelola dengan baik. Bagi pabrik-pabrik besar merk yang telah mendunia, pasti punya alat pengelola limbah yang bagus, sehingga buangan limbahnya hanya berupa air. Tapi bagi pabrik-pabrik kecil sangat sedikit yang mempunyai unit tersebut karena harganya yang mahal, sehingga mereka membuang limbahnya di sungai atau saluran air  sehingga air dan tanah di sekitarnya terpolusi dengan parah, sampai-sampai sudah tak bisa ditanami lagi karena beracun.

Limbah dari bahan dan serat sisa proses pembuatan jeans kadang bisa di daur ulang menjadi kertas, misalnya, tapi secara keseluruhan, bahan jeans yang sudah mengandung banyak sekali bahan kimia itu susah sekali untuk didaur ulang. Pabrik-pabrik juga sudah menggunakan baja sebagai kancing dan resliting jeans mereka untuk mengurangi pemakaian tembaga.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Masa harus berhenti memakai dan membeli jeans untuk bisa sedikit menyelamatkan lingkungan? Ada beberapa saran yang bisa dilakukan, yaitu

  1. Tidak membuang celana jeans kita dengan begitu mudah. Jika berlubang, tambal saja, malah makin keren. Makin lawas makin belel. Atau sudah bosan modelnya? Hibahkan saja, pasti ada yang mau memakainya.
  2. Jika mau membeli baru, usahakan tidak memilih yang belel, dengan begitu kita memakai celana dengan lebih sedikit proses kimia.
  3. Tetap ingin yang belel? Cobalah telaten sedikit, berburulah barang second. Lebih ekonomis dan lebih ramah lingkungan.
  4. Usahakan membeli jeans yang bermerk terkenal. Bukan untuk gengsi dan gaya, tapi karena jeans keluaran pabrik terkemuka yang memiliki unit pengelolaan limbah sendiri lebih ramah lingkungan untuk kita. Walaupun pasti mahal harganya ^^;

Inspired by vu du ciel (earth from above).

Disarikan dari yang hijau, biru, juga denim dan jeans.

Advertisements
Tags: , ,

22 Responses to "behind your jeans…"

ooh gitu baru tahu aku mbak… makasih inponya mbak…

untunglah aku nggak pernah beli jeans belel. aku membelelkannya sendiri seiring berjalannnya waktu he he he

oia aku pernah beli jeans robek-robek mbak… ironisnya aku beli jeans robek setelah membuang jeansku yang karena faktor usia n seringnya pemakaian jadi robek sendiri… ngapain gitu ya beli jeans robek kalau sebelumnya yang robek aja dibuang…

Nyesel aku… kalau tahu begaimana energi yang telah banyak dibuang buat bikin celana jeans itu, pasti aku nggak akan semena-kmena… moga2 ada yang mau mungut n me-recycle jeans itu biarpun udah bersemayam d bak sampah 😦

wah…alhamdulillah kalo bisa memberi pencerahan… 🙂
aku juga waktu tahu dari tayangan vu du ciel di metrotv ampe tercengang-cengang gitu… melihat banyak sekali usaha sia-sia dalam pembuatan jeans, coba bayangin, udah susah2 diwarnain eh dilunturin lagi…digosok lagi… dirusak lagi…ckckckck…
memang mode itu kadang meminta lebih banyak pengorbanan dari bumi kita.. 😦

padahal highest demand dari pasar dan mode saat ini adalah jeans belel…

soal jeans robek2, yah kadang robeknya ga di tempat yang kita mau sih…hahaha…
wah, pernah buang celana jeans? ga kepikir buat memberikannya pada seseorang? gpp, apapun yang masih bagus di tempat sampah pasti akan ada yang ‘ngopeni’ kok… 🙂

kan ada tuh ya mbak, yang jual kain jeans, jadi nanti kita beli terus kita jahitin sendiri. mungkin itu agak ramah lingkungan karena nggak ada yang dijual dalam tipe belel…

he he jeans robek yang kubuang itu robek di lutut sama di ujung celana mbak… kata temen-temenku sih keren… tapi kan aku pake jilbab, masak ya keliatan lututnya he he… kuputuskan kubuang karena takutnya kalo dikasihin orang, orangnya tersinggung, soalnya udah robek-robek itu…

nah jeans robek yang kupunya sekarang itu, robekannya dibikin ama pabriknya sedemikian rupa sehingga kulitku nggak kelihatan mbak, jadi amanlah buatku he he…

memang sih kain jeans itu murah meriah buat kita, dan gak belel, tapi takutnya pabriknya skala kecil, lom punya unit pengelola limbah karena tetap aja setelah di-dye harus berkali2 dicuci dengan deterjen dan air cuciannya itu yang polutan…warnanya biru gelap gitu….tapi mudah2an pabriknya sudah punya unit itu, jadi critanya berbaik sangka…hehehe…

jeans robek di lutut tambal aja dari dalam…. hehehe…kalo jaman aku kecil tuh tren yang namanya ’emblem’ jadi bisa buat nambal gitu…hahaha…ato pake daleman legging? takut ‘sumuk’ ya? xixixi….
iya, kalo celana robek2 yang sering kuliat juga dibikin sedemikian rupa sehingga nggak keliatan kulit si pemakai…*i got it* … selamat ya… jangan lupa di awet2, biar long lasting buat kita dan buat bumi kita ini… 🙂

aku juga belom pernah sih mbak ngejahitin jeans.. kalaupun nantinya aku beli kain jeans, aku akan berupaya keras beli yang enggak gelap…

kalau pengen jeans yang gelap, aku akan beli yang bermerk. Jeans-ku kebanyakan bermerk sih mbak, ha ha malah pamer….

wah kalo ditembel jadi nggak keren lagi mbak he he… hi hi tak terbayangkan pake legging di dalam celana jeans mbak, tar kakiku keringetan 😦

aku juga belum pernah njahitin jeans…hahaha…
ya gitu deh, pointnya…. biar kita rada peduli dikit, byasanya juga pengen beli, beli aja nggak pernah mikirin apa di balik yang kita beli… 🙂

gapapa pamer, di sini konteksnya baik kok…hehehe 🙂
weh, ditambal yang keren dong…. *maksa* 😀
ya begitulah, aku juga ga bisa mbayangin pake legging di bawah celana jeansku…sumuk berat! mending kalo gitu dihibahkan ke orang lain aja ta, skalian dengan penjelasannya… kadang aku jg gitu, pernah ada jeans milik misua yang dah ga kepake krn berlubang dikasih ke tukang sampah, dengan penjelasan kalo ada lubang blablabla, tetep diterima dgn senang hati, walopun ntar buat celana kerja dia g masalah, yg penting tdk dibuang bgt saja…ya kan? 🙂

iya juga ya mbak… kalau kita kasih penjelasan dengan baik-baik, besar kemungkinan orang itu nggak akan tersinggung. Atau mungkin nanti disumbangkan ke pakaian pantas pakai… atau mending kujual aja ya mbak di gasibu, kan di sana ada tuh lapak penjual pakaian bekas he he…

iya…boleh juga idenya…dijual….hahaha… tapi kumpulin dulu yang banyak, masa cuman jual satu? ^^;
gut idea disumbangkan ke pakaian pantas pakai…pasti ada yang mau make deh, trust me! hihihi…

mbak, tjadi kesalahan teknis… ini komen terakhir serupa tapi tak sama. tolong hapus yang pertama ya mbak, ada kesalahan penulisan nama tempat. nanti kalau ada orang mampir ke blog mbak yayan n baca komen aku, dikiranya di sabuga juga jual baju second he he… nuhun mbak…

udah tak hapus tuh…no worry ta…hehehe…
salahin tu si bandung, ngasi nama tempat kok mirip2, dibolakbalik doang…kreatip dikit napa? hahaha.. 😀

Salam kenal,

mba Nurvita, beli jeans sobek2nya dimana?
Lg nyari nih.. 🙂

trims

salam kenal ya anda 🙂
sayang ya ini bulan blog-nya vita ^^; dia lagi hiatus sekarang….ok coba ntar aku sampein ya pertanyaannya…hihihi

informasi yang jelas dan bermanfaat

semoga sukses selalu…

halo daniel, smg sukses juga buatmu dan usahamu… 🙂

info jeans yang menarik …
sukses selalu …

makasih kunjungan dan komentarnya kembali…hehehe 😛

Hampir 100% di daerah ku pake jeans atw di kenal dg (selewa levis) tapi Alhamdulillah sya tak suka jeans.

halo ekasarkiah 🙂
yah…itu masalah selera aja kan… kebetulan aja kesukaannya bukan jeans ^^
makasih ya kunjungannya 🙂

iya,, makasih juga,, salam kenal,, smoga lingkungan hidup slalu hidup.

salam kenal kembali…amin amin amin 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

blog stats

  • 40,722 hits

moshi moshi!


moshi moshi! Welcome to my first blog. Just a place where i can write thoughts, opinions, experiences, interests, and about me, or people around me. Be pleased when you visit this page, and i welcome you to be my friend...
Enjoy!

tanggalan

May 2010
M T W T F S S
« Apr   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

my hyde

Archives

%d bloggers like this: