yayanadenan's blog

you have passed a long way to get into my arms, Naifa……

Posted on: May 25, 2011

Sebuah keputusan telah diambil, bahwa dalam kehamilanku yg kedua ini aku akan melahirkan dengan operasi caesar lagi. Pemeriksaan USG menunjukkan bahwa ari-ari bayi terletak di jalan lahir, dan itu menghalangi bayiku untuk berputar dan menemukan jalan lahirnya, dengan kata lain sungsang. Setelah menunggu beberapa minggu posisi bayi tak berubah juga, jadi kami menentukan tanggal kelahirannya : 10 Mei 2011. Namun karena keteledoran kami juga, kami baru tau kalau klinik tempat kami memutuskan untuk bersalin ternyata belum mempunyai layanan bedah/operasi, jadi aku harus dioperasi di sebuah rumah sakit umum.

Pelayanan di rumah sakit ini sungguh di luar perkiraanku…  suami dilarang ikut masuk untuk menemaniku selama proses operasi, berbeda dengan pengalamanku yang pertama. Hati rasanya sudah menciut karenanya…belum lagi aku harus menunggu sang dokter selama setengah jam dengan posisi sudah siap di meja operasi, kedinginan karena pendingin ruangan. Seorang siswi perawat yang ditugaskan memasang alat tensi memasangnya secara terbalik, dan banyak perawat yang lalu lalang. Mental rasanya sudah turun sedikit demi sedikit… Ketika akhirnya suntikan epidural di lakukan di tulang belakangku, suntikan tak kunjung tepat…berkali-kali harus dicoba dan dalam kepanikanku, jarum infus di tanganku bergeser, menyebabkan darah menetes-netes. Mental sudah drop…… meledaklah tangisku tanpa bisa kutahan…..

Suntikan itu berhasil juga, dan dimulailah operasi itu. Seperti biasa, rasa baal membuatku tak tahu kapan si kecil berhasil dilahirkan, hanya kata-kata dokter bahwa bayiku telah lahir pukul 07.51 dan berjenis kelamin perempuan yang memberitahuku. Bahkan tangis bayi pun hanya kudengar sebentar, tertimpa bunyi vacuum (?) yang menyedot air ketuban. Tidak diperlihatkan padaku bayiku, apalagi IMD…semua hanya tinggal cita-cita. Di ruang pemulihan (aku diharuskan di sini selama 6 jam) suami, ibu dan anakku yg pertama menemaniku. Namun berita selanjutnya yang kudengar dari ibuku membuatku harus menangis lagi…bayiku harus masuk inkubator, mendapat oksigen dan diberi infus. Hancur rasanya hati ini, belum usai penderitaan yang kualami. Tak ada penjelasan dari pihak rumah sakit tentang apa yang terjadi sebenarnya, kami hanya menunggu dan pertanyaan kami tidak mendapat jawaban yang berarti, hanya penjelasan bahwa kondisi bayiku tangisnya tidak keras..penjelasan selanjutnya harap ditanyakan ke dokter yang bersangkutan. Hingga pada saatnya aku harus kembali ke klinik bersalin tempatku dirawat aku harus sendiri, tanpa bayiku…

Bayangkan berada di sebuah klinik bersalin, di mana para ibu mendapatkan kebahagiaanya bertemu dengan bayi-bayi mereka, mencoba menyusuinya..aku harus sendiri, berjuang menahan perih dan rasa tak nyaman karena luka operasi. Suami memang setia menungguiku, tapi telinga ini tak tahan rasanya mendengar tangis bayi-bayi lain..sedangkan bayiku harus berjuang untuk hidup di rumah sakit sana. Mata hampir tak bisa terpejam, air mata mengalir tanpa bisa kutahan. Tapi aku harus berjuang untuk cepat pulih, dan memang dalam waktu 24 jam setelah operasi aku diharuskan untuk sudah bisa duduk dan mencoba berjalan. Alhamdulillah aku bisa, tekadku untuk bisa melihat sendiri anakku di rumah sakit membuatku kuat dan pada hari kedua aku dirawat aku minta dokter untuk pulang walaupun masih kurang satu hari. Di rumah aku belajar memompa ASI dan berusaha mendapatkannya sebanyak yang aku bisa karena sejak awal aku hanya minta bayiku untuk diberi ASI saja. Walaupun sedikit aku yakin kolustrum yang didapatkan bisa membantu bayiku untuk cepat pulih. Keesokan harinya aku bertemu bayiku untuk yang pertama kalinya….rasa haru dan sedih menatapnya di dalam inkubator..memegang tangannya yang kecil, pipinya, hidungnya, kakinya. Ketika aku diperbolehkan menggendongnya, bahagia rasanya…

Tiap hari suamiku bolak-balik kantor-rumah-rumah sakit berkali-kali untuk mengantarkan ASI untuk bayiku ketika ia sudah boleh minum. Walaupun masih lewat selang, Alhamdulillah ia bisa menerima ASIku tanpa ada kendala. Semua yang disarankan supaya ASI banyak aku makan, hanya saja aku dilarang minum jamu karena takut ada efek yang kurang baik buat bayiku yang istimewa ini.

Hari ke 6 bayiku di rumah sakit, infusnya sudah dilepas, aku bisa lebih leluasa menggendongnya  tanpa takut tersangkut selang infusnya. Rasanya tak ingin pulang…

Hari ke 7, aku mendapatkan telepon yang menggembirakan : bayiku sudah boleh pulang! Alhamdulillah…segera saja kami berkemas untuk menjemputnya… Bayi mungil itu akhirnya berada dalam dekapanku…. walaupun dengan sejuta persyaratan dalam merawatnya, tak masalah bagiku. Aku yakin dengan terus berusaha dan berpikiran positif, Allah akan selalu menolong kami dalam merawatnya….

Sebenarnya apa sih yang terjadi pada bayiku ini? Pertanyaan itu terlontar pada sang dokter anak yang merawat bayiku.. beliau bilang adalah Distress Respiratory Syndrome…tapi beliau tidak menjelaskan secara detail, pokoknya ada hubungannya dengan sistem pernapasannya. Dokter kandungan yang pernah kutanyai pun bilang begitu, kasus ini memang agak jarang tapi ada beberapa yang pernah beliau temui pada beberapa pasiennya, bahkan pada bayi yang cukup umur dalam kandungannya dan cukup berat badan lahirnya. Penjelasan lainnya aku coba googling, tapi tetap saja kurang mengerti, maklum semua dalam bahasa medis. Yah apapun aku bersyukur bayiku telah melalui masa-masa sulitnya, dan kini kami sedang sama-sama berusaha dalam kegiatan menyusui…maklum bayiku tidak IMD dan selama beberapa hari sempat minum dari selang, jadi kurang bisa menyusu. Selama beberapa hari pertama di rumah aku tetap memompa ASI dan menyuapinya dengan sendok, dan sekarang sudah bisa menyusu langsung.

 

Kita berjuang sama-sama ya nak….. itu yang selalu aku bisikkan padanya…

Advertisements
Tags:

8 Responses to "you have passed a long way to get into my arms, Naifa……"

Selamat atas kehadiran buah hatinya ya.
Salam Kenal

terimakasih 🙂
salam kenal juga…

Hmmmm bayinya imut dan manis banget…semoga menjadi anak yang berbakit kepada kedua orang tua,,amiin

Terimakasih ya Lia…sekarang sudah berumur 6 bulan dan sedang lucu-lucunya… 🙂
Amiinn…thanks doanya…

Kisah yang luar biasa Mba…. Ifa, kelak kalau baca tulisan ini pasti makin sayang sama Mamanya *serius, aku berkaca-kaca Mba*
Jadi makin pengen punya bayi… Merasakan keajaiban sebagai perempuan 😀

sooo…what are you waiting for? smp sekarang msh menunggu kabar bahagia itu darimu…hahahaha
you’ll make a good mother, mengingat ta suka banget ama anak kecil kan 😉

i love reading this mba yayan 🙂
kasih sayang seorang ibu benar-benar bagian dari karunia-Nya untuk seorang anak, satu hari kelak dear naifa akan sama terharunya dengan kami semua yang membacanya 🙂 great share mommmmmy !

thank yoouuuu….. i hope so, she’s my precious now *and so her older sister 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

blog stats

  • 40,722 hits

moshi moshi!


moshi moshi! Welcome to my first blog. Just a place where i can write thoughts, opinions, experiences, interests, and about me, or people around me. Be pleased when you visit this page, and i welcome you to be my friend...
Enjoy!

tanggalan

May 2011
M T W T F S S
« Mar   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

my hyde

Archives

%d bloggers like this: